Pelayanan Cepat, Tepat, dan Responsif untuk Keselamatan Pasien
Keselamatan pasien adalah prioritas utama kami.
Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Adhyatma, MPH hadir untuk memberikan pelayanan medis yang cepat, tepat, dan profesional bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan kegawatdaruratan.
Dengan dukungan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang kompeten serta fasilitas pelayanan yang memadai, kami berkomitmen memberikan penanganan sesuai tingkat kegawatdaruratan dan kebutuhan medis setiap pasien.
Bagaimana Alur Pelayanan di IGD?
Untuk memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang sesuai, pelayanan IGD dilaksanakan melalui beberapa tahapan berikut.

Kedatangan dan Penerimaan Pasien
Setibanya di IGD, pasien akan diterima oleh petugas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan awal. Petugas akan melakukan identifikasi kondisi pasien dan menentukan kebutuhan penanganan medis berdasarkan tingkat kegawatdaruratan.
Pemeriksaan Triase: Mendahulukan yang Paling Membutuhkan
Di IGD, pelayanan tidak selalu berdasarkan urutan kedatangan, melainkan berdasarkan tingkat kegawatdaruratan pasien melalui sistem triase. Sistem ini membantu petugas menentukan prioritas penanganan agar pasien dengan kondisi paling kritis dapat segera memperoleh pertolongan.
Kategori triase menggunakan sistem Emergency Severity Index (ESI), yaitu:
| Kategori | Waktu | Keterangan |
|---|---|---|
| ESI 1 (Merah) | Segera | Pasien dalam kondisi kritis yang membutuhkan tindakan penyelamatan nyawa secepat mungkin. |
| ESI 2 (Kuning) | ≤ 5 menit | Pasien dengan kondisi berisiko tinggi yang membutuhkan penanganan sangat cepat. |
| ESI 3 (Kuning) | 15–30 menit | Pasien yang membutuhkan pemeriksaan dan tindakan medis sesuai kondisi klinis. |
| ESI 4 (Hijau) | 30–60 menit | Pasien dengan kondisi yang relatif stabil dan membutuhkan pelayanan medis. |
| ESI 5 (Biru) | Lebih dari 60 menit | Pasien dengan kondisi tidak gawat yang dapat memperoleh penanganan sesuai antrean dan prioritas pelayanan. |
Estimasi waktu pelayanan dapat berubah mengikuti kondisi pasien, jumlah kunjungan, dan situasi kegawatdaruratan di IGD.
Pemeriksaan dan Penanganan Medis
Setelah proses triase, pasien akan menjalani pemeriksaan oleh dokter dan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan medisnya. Penanganan dapat meliputi pemeriksaan fisik, pemberian obat, tindakan medis, observasi, serta pemeriksaan penunjang seperti laboratorium dan radiologi.
Estimasi waktu hasil pemeriksaan penunjang:
± 2 jam
Pemeriksaan radiologi
± 2 jam
Pemeriksaan laboratorium
Waktu tersebut merupakan estimasi dan dapat berubah berdasarkan jenis pemeriksaan serta kondisi pelayanan.
Evaluasi dan Penentuan Pelayanan Lanjutan
Setelah mendapatkan pemeriksaan dan terapi, kondisi pasien akan dievaluasi kembali untuk menentukan langkah pelayanan selanjutnya. Berdasarkan hasil evaluasi dokter, pasien dapat:
- Rawat Jalan atau Pulang: Pasien yang kondisinya memungkinkan untuk pulang akan mendapatkan arahan pengobatan dan tindak lanjut pelayanan. Obat dapat diambil melalui Farmasi IGD dan penyelesaian administrasi dilakukan di Kasir IGD.
- Rawat Inap: Pasien yang memerlukan pemantauan dan perawatan lebih lanjut akan diarahkan ke ruang perawatan sesuai indikasi medis dan ketersediaan tempat tidur.
- Tindakan Operasi: Pasien yang membutuhkan tindakan pembedahan akan mendapatkan pemeriksaan lanjutan, konsultasi dokter spesialis, dan persiapan operasi sesuai prosedur.
- Rujukan: Apabila fasilitas atau ruang perawatan yang diperlukan tidak tersedia, petugas akan membantu proses rujukan ke fasilitas kesehatan lain sesuai kebutuhan medis pasien.
Pelayanan Rawat Inap Sesuai Kebutuhan Pasien
Bagi pasien yang membutuhkan rawat inap, penempatan ruang perawatan disesuaikan dengan kondisi medis serta ketersediaan fasilitas, meliputi:
- Ruang Pengawasan: Untuk pasien yang membutuhkan pemantauan lebih intensif.
- Ruang Rawat Inap Biasa: Untuk pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan dengan kondisi yang memungkinkan dirawat di ruang perawatan biasa.
- Ruang Isolasi: Untuk pasien yang memerlukan penanganan khusus sesuai indikasi medis dan ketentuan pencegahan serta pengendalian infeksi.
Apabila ruang perawatan belum tersedia, pasien akan mendapatkan penanganan sementara dan petugas akan mengupayakan tindak lanjut pelayanan sesuai kondisi klinis.
Mengapa Pasien yang Datang Belakangan Bisa Ditangani Lebih Dahulu?
Kami memahami bahwa menunggu saat kondisi kesehatan terganggu dapat menimbulkan kekhawatiran bagi pasien dan keluarga.
Pelayanan IGD mengutamakan tingkat kegawatdaruratan, bukan urutan kedatangan.
Pasien dengan kondisi yang mengancam nyawa harus mendapatkan pertolongan lebih dahulu demi menjaga keselamatan dan mencegah perburukan kondisi.
Kami mengajak pasien dan keluarga untuk memahami proses ini serta bekerja sama dengan petugas demi kelancaran pelayanan.
Komitmen Kami untuk Keselamatan Anda
RSUD dr. Adhyatma, MPH terus berupaya menghadirkan pelayanan kegawatdaruratan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Melalui alur pelayanan yang terstruktur, kami berharap masyarakat dapat memahami proses penanganan di IGD sehingga tercipta pelayanan yang tertib, efektif, dan memberikan rasa aman bagi pasien maupun keluarga.
RSUD dr. Adhyatma, MPH – Tulus Melayani Sepenuh Hati.




