SEMARANG, Joglo Jateng – Stunting dapat dicegah, salah satunya dengan konsumsi protein hewani. Pasalnya, protein hewani merupakan protein yang mempunyai kualitas baik, juga lebih optimal diserap oleh tubuh.
Kepala Instalasi Gizi RSUD Tugurejo, Dwi Nur Endah menguraikan, stunting dapat dicegah antara lain dengan pemenuhan gizi ibu hamil. Lalu pemberian ASI ekslusif selama enam bulan dan makanan pendamping ASI (MPASI) dengan prinsip gizi seimbang.
“Rekomendasi WHO menyarankan, 10-15% asupan energi berasal dari protein hewani untuk tumbuh kejar dan pertumbuhan tulang,” katanya, belum lama ini.
Ia menerangkan, protein hewani merupakan protein yang mempunyai kualitas sangat baik. Ditandai dengan digestible indispencable amino acid score (DIAAS) > 100. Artinya, protein hewani lebih optimal diserap oleh tubuh dan mengandung asam amino essensial (AAE) yang lebih mudah diserap daripada protein nabati.
Fungsinya, untuk mendukung pertumbuhan sel dan memperkuat daya tahan tubuh. Kemudian, membangun otot, mendukung metabolisme, dan sebagai sumber energi.
“Sumber protein hewani meliputi daging, telur, susu, ikan, seafood dan produk hasil olahannya,” tambah Dwi.
Selain itu, lanjutnya, porsi makan untuk asupan protein hewani perlu disesuaikan. Untuk porsi makan pada anak sesuai dengan slogan “isi piringku”. Dimana 30% nya adalah lauk hewani.
Sedangkan untuk pembagian porsi per usia perhari yaitu 1-3 tahun 1 porsi, 4-9 tahun 2 porsi, 10-12 tahun perempuan 2 porsi. Kemudian 10-12 tahun laki-laki 2,5 porsi. Diatas 12 tahun 3 porsi. Untuk berat satuan perporsi adalah 50 gram.
Dwi menyampaikan, dampak dari stunting antara lain penurunan kekebalan tubuh dan mudah infeksi berulang. Selain itu, keterlambatan pertumbuhan otak yang mengakibatkan tidak optimalnya kecerdasan rentan kena gangguan metabolik. Salah satunya obesitas.
“Karena anak stunting tidak bisa mengoksidasi lemak dengan baik. Akibatnya lemak menimbun banyak dan jadilah obesitas. Obesitas sendiri pemicu resistansi insulin yang mengakibatkan terjadinya diabetes,” terangnya.
Ia berpesan kepada para orang tua agar memenuhi asupan protein anak dengan protein hewani sesuai usia untuk mencegah stunting. Lakukan pemantauan berat badan dan tinggi badan rutin di posyandu terdekat. (ziz/mg4)



Tinggalkan Balasan